Dataran Tinggi Dieng, Tempat Bersemayamnya Dewa

dataran tinggi dieng, tempatnya para dewa

sikatdiengtour.co.id – Dataran Tinggi Dieng adalah sebuah kawasan pegunungan vulkanik yang berada di Jawa Tengah. Dieng juga termasuk kedalam kategori tempat wisata di Jawa Tengah yang banyak pengunjungnya. Kamu ingin merasakan sensasinya berlibur di Dieng? Hubungi Kami

Dataran Tinggi Dieng, Tempat Bersemayamnya Para Dewa

Dataran Tinggi Dieng adalah salah satu kawasan vulkanik aktif yang berada di Jawa Tengah, terletak di dua kabupaten yaitu Dieng Wetan yang masuk di wilayah Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Dieng Kulon yang masuk di wilayah Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Dieng termasuk salah satu dataran tinggi yang tertinggi didunia setelah Tibet / Nepal, dan yang terluas di Pulau Jawa. Dieng terletak pada posisi geografis 7’ 12’ Lintang Selatan dan 109 ‘ 54’ Bujur Timur, berada pada ketinggian 6.802 kaki atau 2.093 m dpl. Kawasan Dieng terLetak di sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata Bahasa Kawi: “di” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan dimana tempat para dewa dan dewi bersemayam. Nama Dieng berasal dari bahasa Sunda karena diperkirakan pada masa pra-Medang sekitar tahun 600 Masehi, daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh.

candi gatot kaca - dataran tinggi dieng
candi gatot kaca – dieng

Dulu, diperkirakan ada 200 candi di seputar Dieng. Tapi karena bencana alam tinggal 8 yang tersisa. Candi-candi ini didirikan oleh Kerajaan dari dinasti Sanjaya.

Ditengah-tengah Dieng dahulu terdapat tempat pemujaan yang beraliran syiwanisme dan asrama pendidikan Hindu tertua di Indonesia. Sebagai bangunan suci tersebut sampai sekarang dapat kita saksikan dengan adanya candi beserta puing-puing bekas Vihara, seperti dharmasala.

Pegunungan Dengan Berbagai Macam Wisata

Dataran tinggi Dieng adalah wilayah vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa. Kawah-kawah kepundan banyak dijumpai di sana, seperti yellow stone. Sesungguh nya itu adalah kaldera dengan gunung gunung kecil di sekitarnya sebagai tepiannya. Seperti ; Gunung Bisma, Gunung Seroja, Gunung Pangonan, Gunung Pagerkandang, Gunung Pakuwaja, Gunung Kendil, Gunung Sikuunir dan Gunung Prambanan, ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 MDPL.

Kaldera merupakan fitur vulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik. Contoh di Indonesia adalah Gunung Dieng yang berawal dari letusan gunung purba. Kaldera sering tertukar dengan kawah vulkanik. Kata “kaldera” berasal dari bahasa Spanyol, yang artinya wajan.

Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin, berkisar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat di beri nama bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Dataran Tinggi Dieng terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Kawah aktif yang berada di dataran tinggi Dieng merupakan kepundan bagi aktivitas vulkanik di bawah dataran tinggi. Keadaan ini sangat berbahaya bagi penduduk yang menghuni dekat dengan wilayah itu, terbukti dengan adanya bencana alam letusan gas Kawah Sinila pada tahun 1979. Tidak hanya gas beracun saja, tetapi juga dapat dimungkinkan terjadinya gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor, dan banjir.

Kawah Sikidang 3 - dataran tinggi dieng
Kawah Kecil – dataran tinggi dieng

Pemantauan aktivitas kawah dieng dilakukan oleh PVMBG melalui Pos Pengamatan gunung Dieng di Kelurahan Karangtengah kecamatan batur kabupaten banjar negara.

Berikut adalah kawah-kawah aktif yang dipantau PVMBG:

  1. Candradimuka
  2. Sibanteng
  3. Siglagah
  4. Sikendang, berpotensi gas beracun
  5. Sikidang
  6. Sileri
  7. Sinila, berpotensi gas beracun
  8. Timbang, berpotensi gas beracun

Dataran tinggi dieng Selain adanya kawah, terdapat pula danau-danau vulkanik yang berisi air bercampur belerang sehingga memiliki warna yang indah.

  1. Telaga Warna, objek wisata dengan tempat persemadian di dekatnya
  2. Telaga Cebong, dekat desa wisata Sembungan
  3. Telaga Merdada
  4. Telaga Pengilon
  5. Telaga Dringo
  6. Telaga Nila

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *